Adibhasan's Blog

Just another WordPress.com site

Antara Wanita dengan Mawar Berduri


tulisan ini terinspirasi dari “talk show marriage management” (Jatinangor, minggu, 8 Mei 2011)

siapa yang tidak kenal dengan bunga mawar? bunga yang cantik ini selalu dikaitkan dengan seorang wanita. ribuan penyair yang membuat puisinya menggambarkan hubungan wanita dengan Bunga yang satu ini dan jutaaan orang menyatakan cintanya kepada wanita dengan menyertakan mawar.
tidak diketahui secara pasti sejak kapan orang-orang mulai melakukan hal tersebut, namun yang pasti tidak lah salah ketika wanita memang diibaratkan bak bunga mawar yang cantik sekali.
mawar itu cantik tapi kenapa harus ada durinya??? banyak orang mengatakan hal tersebut…
mawar itu cantik itu sempurna karena durinya…
mawar yang tanpa duri, bukanlah mawar yang sempurna…
ibarat mawar adalah seorang wanita, maka duri itu adalah aturan-aturan agama yang melindunginya…
aturan2 yang tajam yang menjaganya dari tangan-tangan jahil yang mencoba memetiknya…
dalam selimut duri itu, jika diperintahkan oleh Tuhan-Nya untuk merasakan kepedihan, maka dirasakannyalah kepedihan itu…
jika Tuhan-Nya menerintahkannya untuk merasakan cinta, maka dirasakannya lah cinta itu…
itulah bunga mawar yang sempurna karena durinya, itulah wanita yang sempurna karena aturan Tuhan-Nya
mawar berdurikah kamu???

wahai mawar, dirimu berada di pinggir jurang.
“kenapa dirimu di pinggir jurang? kenapa dirimu tidak berada di taman-taman kota dengan teman2mu yang indah lainnya?”.
“kenapa kau mau berada di pinggir jurang sendirian dan kesepian, memisahkan diri dari kelompokmu?”

dengan lantang sang mawar menjawab,
“aku ini adalah mawar berduri yang berada di pinggir jurang…
aku berada disini agar tidak semua orang bisa memetikku. agar orang yang memetikku kelak adalah orang yang berani mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memetikku. aku tidak ingin menjadi bunga mawar berduri yang berada di taman kota, yang setiap orang dapat memetikku. bahkan orang yang hanya sekedar isengpun dapat memetikku. aku tidak mau begitu. aku tidak mau dipetik oleh orang yang bahkan memikirkanku pun tidak pernah. apalagi mempertaruhkan jiwa raganya untukku. maka dari itu aku ini “MAWAR BERDURI DI PINGGIR JURANG”.

para wanita, bunga mawar kah kamu?
para wanita, mawar berduri kah kamu?
para wanita, mawar berduri di pinggir jurang kah kamu?
para wanita, janganlah menjadi mawar tanpa duri yang berada di pinggir jalan, cantik tapi setiap orang bisa memetiknya…

May 10, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: