Adibhasan's Blog

Just another WordPress.com site

menuju toga hitam I


hari ini si saya inginnya untuk memulai mengerjakan skripsi, namun ya, seperti hari-hari sebelumnya, dorongan kuat itu belum juga ada. sedikit iri si mendengar ketika orang-orang udah di sidang dan tinggal wisuda, dan saya kapan???.. hehehe mungkin masih lama, hehehehe, apalagi klo cuma dipikirin mah…
“tinjauan yuridis kriminologis pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku ekshibisionis dikaitkan dengan penerapan VeR Psikiatri sebagai alasan peniadaan pidana”.
itulah judul skripsi yang saya angkat, yang mana pemilihannya melalui proses yang sangat panjang. awal pertama ingin mengaitkan skripsi ini dengan tema kesehatan, ya karena tak lain dan tak bukan karena ingin mendekati itu tu, hahahaha…
jadi bisa dibilang dia lah alasan pertama saya mengapa mengangkat judul yang berbau kesehatan karena dia, pengennya si agar ada sedikit batuan dari dia tapi ya, g’ tau ni prospek kedepannya gmna…
tema besarnya si udah ada yakni terkait “bidang kesehatan”. ketika saya mengambil judul ekshibisionis (klo belum tau apa itu ekshibisionis, search aja di mbah google) itu, berasal dari curhatan teman yang pernah menjadi korban, sebagai calon pemimpin yang baik, yang mendengarkan lingkungan sekitarnya maka saya memutuskan untuk mengangkat ekshibisionis itu sebagai inti dari judul skripsi saya…
pada awalnya si tidak langsung diajuin sebagai judul skripsi dulu, tapi sebagai tugas MK Kedokim, gtu, tpi ya karena judulnya berkualitas gtu makanya diajuin aja buat skripsi… (sedikit sombong)
itu adalah baru awal dari keputusan mengambilan judul TA tentang ekshibisionis. untuk mengajukannya sebagai judul skripsi dan sampai di acc hingga hari ini mempunyai cerita sendiri.
pertama kali saya konsultasi adalah dengan Pak Soma (kelak menjadi pembimbing II saya) namun yang saya tangkap awalnya bapak itu tidak mengerti apa itu ekshibisonis (anggapan saya ini salah setelah konsultasi ke 2 sama beliau). makanya saya memutuskan untuk berdiskusi judul ini dengan The Carlish Angels (Buk Nella, Buk Erika, dan Buk Ninin). diantara beliau bertiga saya berdiskusi pertama kali dengan yang katanya paling serem, yaitu buk Ninin. tapi ya demi ilmu (awalnya si saya bilangnya demi tugas akhir, tapi ada satu kejadian dimana saya menggukanan sebagai ilmu) saya berdiskusi. judul yang saya coba diskusikan dengan buk ninin ada 3 judul, dua yang lainnya hanyalah kamuflase aja, buat2 menuh2in kertas permohonan judul. dua judul awal serta merta ditolak, tapi yang ekshibisionis ini lain ceritanya, saya bisa mengkauter balik, dan timbul nda ketertarikan dari mulut buk ninin,”ini seperti klepto ya?, kamu cari aja masalahnya dulu”. ucapan itu sudah cukup untuk membuat saya membuka internet dan mencari-cari kasus ekshibisionis, dan akhirnya dapat, yaitu kasus di Jember, yang pernah masuk kantor polisi.
ada cerita yang menurut saya cukup menarik, yaitu ketika saya juga sempat berpikiran untuk mengajukan kasus Libya sebagai tema tugas akhir. sebenarnya ini si iseng-iseng berhadiah saja, akhirnya diobrolin lah dengan buk erika, dan tau buk erika bilang apa? “kita memang butuh skripsi yang berkualitas?, tapi kamu sanggup g’ mencari data-datanya?, kasus ini akan bagus 2-3 tahun lagi setelah data-datanya mudah didapatkan, sementara sekarang data yang ada baru dari internet saja”. sesaat terpikir, hahaha, ternyata saya bisa juga memikirkan hal yang luar biasa, tpi ya karena keterbatasan data n segala macamnya, dan ini cuma iseng juga ya, jangan terlalu dipikirkan lah…
setelah menemukan kasus, saya tidak langsung bertemu dengan buk ninin, tapi saya bertemu dahulu dengan buk nella, yang ternyata membuka pemikiran saya untuk menambah kata-kata kriminologi dalam judul saya,
judul yang awalnya berbunyi “TINJAUAN YURIDIS MEDICALIS TERHADAP SEORANG EKSHIBISIONIS DIKAITKAN DENGAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA” kata medikalisnya dihilangkan, dan diganti dengan Kriminologis.
itulah hasil diskusi dengan buk Nella, yang kemudian disarankan untuk menemui buk Widati.
tapi saya tidak ingin bertemu dengan buk widati dulu, tapi saya ingin bertemu kembali dengan buk ninin. buk Ninin, mengatakan judul saya ini bisa diangkat menjadi tugas akhir, namun alangkah lebih baik kalau menjadi “legal memorandum”. tapi sebaiknya bertemu lebih dahulu dengan buk widati.
ok, karena sudah dikatakan begitu oleh buk ninin, baru saya punya keberanian untuk menemui buk Widati.
butuh waktu satu minggu untuk dapat membuat janji dengan buk widati hingga akhirnya kamis depannya baru bisa membuat janji. dari awal dengan buk Widati, dia melihat dari judul saya ini tidak ada masalah hukumnya, namun dia menyarankan saya untuk konsultasi lagi dengan salah satu dosen Kedokim, karena materinya memang terkait dengan MK Kedokim. kalau dari salah satu Dosen pembimbing sudah menyetujui dengan paraf dari beliau, baru buk widati berani meng-acc judul tersebut. sedikti titik cerah muncul disini, jalan yang akan ditempuh juga sudah mulai kelihatan. saatnya diskusi kembali dengan pak Soma.
dugaan awal saya bahwa beliau tidak tahu akan ekshibionis memang salah, (soalnya waktu itu dia mengaitkan dengan korporate responsibilitu, ya g’ nyambung lah, siapapun saya yakin akan berpikiran sama). dan dia mengarahkan. dala diskusi kedua dengan beliau, beliau menyarankan untuk mempelajari pasal 44 KUHpidana, baru setelah itu ketemu beliau. pada diskusi ketiga dengan beliau saya mencoba bertanya buku2 apa yang terkait dengan psikologi hukum, dan beliau mengatakannya, tapi sampai sekarang saya belum nemu tu buku.
pada pertemuan ke4, pertemuan inilah yang membuat saya meluncur ke Semarang dan Jember (ada cerita khususnya). sedikit berdebat emank, karena pada waktu itu ada kekhawatiran juga salah satu anak pidana lainnya yang juga mengangkat gangguan mental, karena itu ada sedikit kekhatiran bakal tidak jauh beda dengan judul yang saya ambil. pada pertemuan dengan pak soma itu yang menyebabkan saya untuk mencari data lebih lanjut dan untuk memperdalam materi, dengan mengaitkan dengan “Alasan peniadaan pidana”.
selain pertemuan keempat ini membuat saya meluncur ke semarang dan Jember, pertemuan ini juga yang memunculkan kata2 “Alasan Peniadaan Pidana”.
setelah balik dari jember saya mengajukan kembali ke pak soma, judul yang sedikit perbeda setelah ditambahi dengan kata2 “penerapan Ver Psikiatri” dan “Alasan peniadaan pidana”. jadi nya judulnya:
TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU EKSHIBISIONIS DIKAITKAN DENGAN PENERAPAN VeR PSIKIATRI SEBAGAI ALASAN PENIADAAN PIDANA”.
dan alhamdulillah di-acc oleh pak Soma, Amiin…
sekarang saatnya bertemu dengan buk widati untuk pengesahan judul yang sebenarnya, dan benar saja, tidak butuh waktu lima menit untuk berada di ruang buk Widati dan judul di-acc, Alhamdulillah…
dan dituliskan pembimbing saya adalah:
pembimbing I: Yesmil Anwar, SH., M.si.
pembimbing II: Somawijaya, SH., MH.
itu adalah tanggal 29 April yang bersejerah..

dari tanggal itu belum ada kemajuan lebih lanjut mengenai skripsi ini, sebagai mana prosedur yang ada maka, dari SBA dimohonkan surat kesediaan menjadi pembimbing kepada beliau-beliau, dan juga surat tugas.
sementara memulai latar belakang saat ini lah rencananya, tapi ternyata malah bikin tulisan dulu, hehehe, tpi, gpp lah… karena sudah lama juga g’ nulis di blog ini…

semikianlah sepenggal kisah ku dalam memperoleh judul Skripsi untuk program kekhususan Pidana, yang konon katanya memang susah nyari judul….

May 10, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: