Adibhasan's Blog

Just another WordPress.com site

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN SBY


Motif Ibu & Anak Bunuh Diri di Sungai Cisadane karena Himpitan Ekonomi
Rafiq Maeilana – detikNews

Jakarta Seorang ibu, Markiyah (30) nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan Pulo Empang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ke Sungai Cisadane. Anaknya yang baru berumur 2 tahun, yang ikut dia gendong tewas bersamanya.

Seorang anak korban yang baru berumur 6 tahun, hanya bisa melihat saja aksi putus asa sang ibu. Diduga himpitan ekonomi, karena mesti menghidupi 2 anak tanpa kehadiran suami, membuat Markiyah nekat bunuh diri.

Menurut Tisna, anak korban yang selamat, dirinya bersama ibu dan adiknya itu berada di Bogor, sejak Selasa (2/7) kemarin. “Bapak saya sudah meninggal, jadi ibu ngajak pergi ke daerah Bogor. Tapi, tidak tahu kamana tujuannya,” paparnya, saat ditanya warga, Rabu (04/07/2012)

Kata dia, setibanya di Jembatan ini, ibunya mengajak adik dan dirinya untuk lompatan dari jembatan. “Ibu dan adik lompat duluan ke bawah, pada waktu saya lompat dilarang sama warga,” jelas Tisna.

Sementara itu, Suryana, salah seorang warga sekaligus saksi mata, mengatakan, dirinya mendapat laporan dari anaknya yang melihat ibu dan anaknya lompat dari jembatan.

“Saya langsung eluar, dan langsung mencegat satu anak yang belum lompat itu agar tidak ikutan lompat,” jelasnya.

Setelah itu, kata Suryana, dirinya mengamankan anak korban kerumahnya. Kemudian, lapor ke Polsek Bogor Tengah untuk mengevakuasi ibu dan adiknya. “Saat ini segala sesuatunya diurus oleh warga,” pungkasnya.

(ndr/ndr)

Presiden ku SBY,
Aku tidak tahu apakah sama perasaan mu dengan perasaan ku saat memabaca berita tersebut di atas. Perasaan pertama yang Aku rasakan adalah perasaan sedih, kenapa hal tersebut terjadi. Sudah benar-benar beratkah hidup di jaman sekarang ini, sungguh beratkah himpitan ekonomi sehingga seorang ibu dan buah hatinya tega mengakhiri hidupnya karena tidak mampu lagi untuk bertahan di negeri ini.
Itu lah perasaan pertama ku yang muncul wahai presiden ku.
Namun perasaan sedih dan kasihan itu muncul hanya sebentar presiden ku, karena yang muncul dalam benak ku setelah itu adalah perasaan kesal, perasaan marah kemana pemimpin negeri ini ketika masyarakatnya menderita kelaparan.
Teringat bagi ku kisah Baginda Rasulullah SAW., pada saat pembuatan parit waktu perang khandaq. dimana pada waktu itu beliau bersedia untuk mengganjal perutnya dengan batu-batu yang diikatkan dengan tali karena pada waktu itu memang kondisi masyarakat juga kekurangan makanan.
Sebuah contoh sifat kepemimpinan yang patut diteladani wahai Presiden ku.
Aku tidak mengaharapkan kau untu menahan lapar juga untuk merasakan penderitaan rakyat mu seperti yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah, yang aku minta tolong lah pikirkan nasib mereka, tolonglah bantu mereka dengan kekuasaan mu.
Untuk presiden ku, semoga mata hati mu dibukakan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini sehingga setiap langkah mu lebih mementingkan nasib mereka.
Amin.

July 5, 2012 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: