Adibhasan's Blog

Just another WordPress.com site

Gunung dan Mawar (part 2)


Atmosfer Jakarta berada di luar kebiasaannya. Udara sejuk setelah hujan turun, membawa aroma khas aspal jalanan bercampur asap knalpot yang terus lalu lalang. Udara segar itu pun masuk merayap ke dalam ruang persegi sebuah kos-kosan di Jakarta. Dia tidak mempedulikan udara sekitarnya karena dia memang tidak merasakannya. Udara segar itu dikalahkan oleh putaran kipas angin yang tergantung di langit-langit kosnya. Dia hanya fokus pada perlengkapan kamping yang ada di depannya, memastikan semua perlengkapan dalam keadaan baik dan siap digunakan.

Tenda yang baru dipinjam, carriel, matras, nesting, sleeping bag, kompor, golok, trash bag, dan perlengkapan lainnya, sudah teronggok didepannya. Seperti sudah kebiasaannya sebelum melakukan perjalan jauh, pikirannya melayang jauh memprediksi perjalanan yang akan ditempuh 2 hari ke depan dan perlengkapan apa yang paling tepat untuk dibawa. karena barang yang tidak penting tapi tetap dibawa hanya akan memberatkan saja.

Dia tidak mau seperti perjalannya sebelumnya yang ke Gunung Rinjani, perlengkapan yang seharusnya jadi perlengkapan kelompol, dibawa masing-masing oleh anggota. Walhasil setiap orang membawa tenda, sungguh tidak efektif. Namun perjalan kali ini lebih tertata rapi. Sudah ditentukan siapa yang membawa perlengkapan kelompok dan siapa yang membawa logistik.

Jam dinding kamarnya menunjukkan pukul 21.30. tapi  jam itu lebih cepat 20 menit dari kenyataannya. Memajukan beberapa menit dari waktu sebelumnya merupakan kebiasaan masa sekolah yang dibawa-bawa hingga sekarang. Dulu saat masih sekolah, ibu nya sengaja mengatur jam di seluruh rumah sepuluh menit lebih cepat, karena tau kebiasaan anak-anaknya yang sering terlambat bangun. Kalau dipikir-pikir cara ini sebenarnya memang tidak efektif, kara toh pada akhirnya seisi rumah sudah tau akan kebiasaan ini. Tapi tetap saja di gunakan.

Berbeda dengan jam yang di rumahnya dulu waktu di kampung, jam ini di setting awalnya lebih cepat 15 menit dari  biasanya, namun jadi cepat lebih 20 menit diduga karena memakai baterai alkanine, itu hanya dugaannya yang berdasarkan pengalamannya selama ini.

Setelah memastikan semua barang-barang yang diperlukan berada di depannya, dia mulai melakukan packing. Diawali dengan memasukkan trash bag dengan posisi terbuka. Hal ini dilakukannya karena memiliki dua fungsi, yaitu untuk melindungi tas dari noda perlengkapan, dan melindungi perlengkapan kalau-kalau ada rembesan air dari luar. Setelah itu dia mulai memasukkan matras untuk membetuk carriel agar lurus dan enak untuk disandang. Dilanjutkan dengan sleeping bag paling dasar diikuti nesting kompor dan perlengkapan kecil lainnya, dan packingnya pun selesai.

setelah selesai melakukan kontak-kontak dengan teman seperjalannya nanti, dia pun mengawali langkahnya keluar kosan, menuju halte trans Jakarta.

November 26, 2014 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: