Adibhasan's Blog

Just another WordPress.com site

Rumah Makan Spesial Batok’ an, 28 Januari 2015


Perasaan ini kembali menghampiri diriku. Kali ini di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Raya Pasuruan arah Surabaya. Salah satu rumah makan yang bercirikan spesialis batok’ an. Pertemuan ini merupakan sambungan tali persaudaraan yang terjalin ketika masa perkuliahan di negeri Kangguru. Perempuan paruh baya yang memiliki dua anak dan bersama suaminya bertemankan salah satu kepala bagian di biro ku. Dia dengan anak laki-laki pertama yang berumur sekitar sembilan tahun dengan adiknya yang lebih kecil sekitar 10 bulanan. Jadilah perbincangan di atas masakan khas jawa itu perbincangan yang seputar anak. Sebagai satu-satunya yang masih membujang, jadilah perbincangan itu bagaikan percakapan yang memberikan nasihat kepadaku.

Awalnya memang aku tidak begitu peduli dengan percakapan seputar itu, karena memang tidak begitu menarik minatku. Sambil tetap menikmati batok’an di hadapan, mereka tetap saja dengan perbincakan akan kelucuan bocah 10 bulanan itu. Tentang bagaimana kebiasaannya menggigit jari, kebiasaan dia yang tidak mudah senyum, sampai bagaimana dia makan dengan lahapnya.

Diceritakanlah pula bagaimana repotnya pengurusan anak yang dihadapkan pada kedua orang tua yang kantoran. Bagaimana mencari sesosok yang mengurus anak saat orang tua ke kantor dan bagaimana maraknya kejahatan terhadap anak yang dilakukan oleh pengurus rumah tangga ini. Lama – lama keperhatiakan pulalah anak kecil yang lucu ini. Pandangan ku kosong menapat anak ini. Tidak pula memang aku dustai bahwa anak ini memang lucu. Namun secara perlahan, entah datang dari mana, seakan – akan ada sesuatu yang menekan jantungku. Nafasku pun menjadi berat. Ada yang aneh terjadi pada diriku. Ingin saja rasanya tangan ini meraih pipi tembem bayi tersebut. Tapi tentu saja hal ini urung ku lakukan. Kualihkan kembali pandangan ku melihat – lihat suasana rumah makan yang nampak asri tersebut. Sebuah konsep rumah makan yang sangat menarik hati dan menentramkan hati setiap pengunjungnya. Gazebo – gazebo yang berangka kayu sawit, dengan atap dari genting. Namun tetap saja sesuatu yang menekan jantungku itu tidak berkurang sakitnya.

Kucoba menutup mata, menarik kembali semua ingatanku, hari – demi hari ke belakang. Orang – orang di sekitarku dan tentu saja keluarga nun jauh di Bukittinggi sana. Masih saja belum tau apa yang kurasakan, namun ada ketentraman yang terpancar dari wajah bayi kecil yang tidak mudah senyum itu yang tertangkap oleh indra ku.

Dari perbincangan dan percakapan tersebut tergambar bagiku betapa rumitnya sebuah rumah tangga. Seorang suami yang nantinya harus menafkahi istri dan anaknya, memastikan pendidikan terbaik buat sang anak, serta banyak tuntutan lainnya. Keputusan dan konsekuensi jelas terlihat di depan mata ku.

Sepasang suami istri yang bekerja sebagai pegawai harus merelakan anaknya dititipkan bersama orang tua yang berada di luar kota. Jika tidak, dititipkanlah kepada seorang pengurus rumah tangga. Pengurus Rumah Tangga ini pun tidak kalah mudah mencarinya, apalagi dengan maraknya pemberitaan baby sitter yang menganiaya anak majikannya.

Jakarta dengan pesonanya telah memberikan dampak psikologis bagi pasangan rumah tangga baru. Kehidupan Jakarta yang keras serta kewajiban mencari nafkah bagi keluarganya, seringkali malah membuat dia makin jauh dari keluarganya. seorang anak yang seharusnya menerima didikan dari sosok seorang ayah, masih tertidur tatkala sang ayah pergi bekerja. sementara sang Ayah pulang, si kecil telah bergumul dengan selimut kecilnya.

Kadang pikir ku bertanya bagaimanakah pengajaran akan seorang anak dewasa ini seharus dan sebaiknya dilakukan???

Adakah jawaban lain dari “tepat memilih & quality time” yang lebih tepat???

tulisan ini menyelingi kisah mawar dan gunung.

January 28, 2015 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: